Senin, 12 Maret 2018

Kena Kasus TPPU, Video Sosialita Nova Zein Sambil Buka Baju Menangis Tantang Dirkrimum

Buka Baju Sambil Nangis 

Nova Zein yang merupakan sosialita terkemuka di Kota Medan pendiri Sumatera Woman Foundation (SWF) sampai emosinal ketika dilakukan paparan pengembangan kasus dugaan penggelapan mobil yang dilakukan beserta jaringannya.
Terlihat tidak terima dengan tuduhan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) Nova Zein tiba-tiba menghentak ruang Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (13/3/2018).
"Jangan gitu pak, saya juga punya hak asasi manusia. Bapak tanyak dong uangnya kemana? Kemana uang mobil yang dijual itu. Tanya ke saya," kata Nova Zein protes.  


Lantas Dirkrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian bertanya kembali kepada yang bersangkutan apakah pernyataannya itu sudah disampaikan dalam BAP ke penyidik polisi?
"Udah, kenapa nggak bapak sampaikan ke media? Jangan gitu pak. Saya juga punyak hak asasi manusia."

"Bapak tanya, kalau mereka jual (unit mobil) ke saya. Uangnya ke mana? Di situ saja jelaskan semua saat di BAP ke mana uangnya. Uangnya ke pemilik unit," kata Nova Zein sambil menangis.
Dia pun meminta kepada polisi proporsional untuk menanyakan kepada ke pemilik unit, apakah mendapatkan uang dari hasil penjualan mobil yang dilakukannya.
Nova Zein meminta polisi untuk memeriksa semua rekening korannya untuk mengetahui semua aliran dana yang masuk.
Sambil melepaskan baju tahanan, Nova Zein kemudian menantang polisi untuk membuka pangkal kasus penggelapan mobil tersebut. Lihat videonya di sini:

"Dijelasin pak, jangan bapak bilang TPPU. Saya tersangka pak. Saya punya harga diri. Jangan gara-gara jabatan bapak semua yang kena di sini. Mentang-mentang bapak Polisi. Biar dijelasi ke wartawan, uangnya ke mana? Ke pemilik unit. Biar tahu," katanya.


Sebelumnya Dirkrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian mengatakan kepada masyarakat yang pernah berhubungan dengan para tersangka penggelapan mobil mewah untuk berkomunikasi dengan Polda Sumut.
"Jadi bisa didatakan bagaimana untuk proses penyelesaiannya. Silahkan para korban datangi penyidik DitKrimum Polda Sumut," katanya, Senin (12/3/2018).


Ia mengaku ada 10 laporan terkait penggelapan mobil mewah yang dilakukan jaringan Nova Zein, dua laporan diantaranya terkait uang dengan terlapor Nova Zein.
"Laporan ini akan dimasukkan ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan kita akan mencari tahu ke mana saja uang tersebut,"kata pria berkacamata ini.
Pada dasarnya, kata Andi, semua peran tersangka ini adalah perantara di mana salah satunya langsung di bawah Nova Zein.


"Jumlah tersangka yang kita amankan sampai saat ini ada 8 orang. Kita akan tetap melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus penggelapan mobil mewah ini,"ujarnya.
Sebelumnya, Empat tersangka pelaku penggelapan mobil mewah diamankan petugas DitKrimum Polda Sumut.


"Selama 10 hari belakang penyidik melakukan pengembangan ke Aceh dan Riau. Setelah tertangkap satu jaringan utama, tim memetakan di bawah Nova Zein (NZ) ada dua orang. Pertama HTP alias Pulungan dan AN dan mereka ditangkap di Banda Aceh," kata DirKrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian saat melakukan paparan di lantai 2 Krimum Polda Sumut, Senin (12/3/2018).
Ia mengatakan dari hasil penyelidikan terhadap tersangka, HTL menyalurkan 20 sampai 30 unit.
Dari Aceh kurang lebih menyalurkan 18 unit

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.