Selasa, 27 Maret 2018

Tangisan Para Inang Tapteng yang Mengadu ke Cagub Djarot Mengharukan

Poker Uang Asli Rupiah - Masdiana, Pedagang Pasar Onan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah berlari kecil ke arah Cagub Djarot Saiful Hidayat. Menggunakan plastik kresek di atas kepalanya dan menggunakan sarung (khas inang pedagang pasar), ia langsung memeluk calon gubernur nomor urut dua itu. Masdiana bersimpuh sambil terus meneteskan air mata. 

"Tolong kami pak, dagangan kami belum ada yang laku dari tadi pagi belum buka dasar. Itu semua karena pembeli hanya membeli di depan," ujarnya, Rabu (27/3/2018).
Sambil memelas ibu paruh baya tersebut mengajak Djarot untuk singgah di lapaknya yang berada di dalam pasar. Sambil berjalan, ia terus menangis dan mengadukan nasibnya kepada Djarot.

"Pak kami digusur, lalu dipindahkan ke dalam. Itu yang di depan toke semua, lihatlah nasib kami yang di dalam ini pak," ujarnya, sambil menyeka air mata.  Masdiana juga menjelaskan kondisi keluarganya kepada Djarot. Dengan mata sayu, ia berbicara lirih kepada sang idola.

"Bayangkan pak, saya ini tulang punggung,bagaimana kalau jualan saya tidak laku," katanya. Sementara itu, menanggapi keluh kesah sang pemuja, Djarot merangkul Masdiana. Ia sudah, sudah. Ibu jualan apa? Aku beli dagangannya, sudah jangan menangis," katanya. 
Suami Happy Farida itu kemudian menenangkan Masdiana sembari berbincang dengannya. 

"Aku beli itu gula merahnya ya, yang bulat itu," katanya. 
Ayah tiga puteri itu juga berjanji akan mengkomunikasikan keluhan para pedagang ke pejabat setempat. Sementara itu, belum selesai dari lapak Masdiana, Djarot ditarik pedagang lain yang juga histeris. 

Rita Boru Sinaga, warga Desa Garoga Tapanuli Utara juga ikut menangis dan menyeka air matanya dengan jilbab yang ia pakai. 

"Pak tolonglah pak, miris kali kami di sini. Anak saya masih sekolah, suami saya sudah tidak bekerja lagi, mohon bapak bantu kami," ungkapnya. Djarot lalu merangkul Rita, sambil mengatakan akan membantu bila diberikan amanah nanti. 
 Kepada awak media Djarot mengatakan komitmennya mewujudkan Kartu Sumut Sehat, Kartu Sumut Pintar dan Kartu Sumut Sejahtera. 

"Berangkat dari pengalaman seperti inilah saya bertekad untuk mewujudkan ketiga kartu itu untuk membantu para masyarakat. Bayangkan, mereka mencari makan, harus memikirkan pendidikan anak dan juga kesejahteraan keluarga," ungkapnya

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.